Minggu, 19 Januari 2014

Komunikasi Dalam Manajemen

A.   Definisi Komunikasi
Komunikasi didefinisikan sebagai proses yang dipergunakan oleh manusia untuk mencari kesamaan arti lewat transmisi pesan simbolik. Definisi kita mengenai komunikasi menarik perhatian pada tiga butir penting, yaitu :
1.      Bahwa komunikasi melibatkan orang dan bahwa memahami komunikasi termasuk mencoba memahami cara manusia saling berhubungan.
2.      Bahwa komunikasi termasuk kesamaan arti, yang berarti bahwa agar manusia dapat berkomunikasi, mereka harus menyetujui definisi istilah yang mereka gunakan.
3.      Bahwa komunikasi termasuk symbol gerakan badan, suara, huruf, angka, dan kata hanya dapat mewakili atau mendekati ide yang mereka maksudkan untuk dikomunikasikan.
B.   Proses Komunikasi
Pada umumnya kita sudah mengenal permainan “telepon” yang meminta satu orang membisikan pesan kepada telinga orang yang duduk disebelahnya, yang kemudian membisikan pesan tadi kepada orang berikutnya, dan seterusnya. “Telepon” menggambarkan banyak kompleksitas dalam proses komunikasi. Kita akan menyoroti tiga macam kompleksitas, yaitu :
1.      Penyandian (encoding), penterjemahan informasi menjadi serangkaian symbol untuk komunikasi.
2.      Gangguan dalam saluran komunikasi adalah segala sesuatu yang mengganggu, membingungkan, atau mencampuri komunikasi.
3.      Pengartian (decoding) adalah proses yang dilakukan oleh penerima untuk menginterpretasikan pesan dan penterjemahkan kedalam informasi yang mempunyai arti.
Komunikasi terjadi dalam hubungan antara pengirim dan penerima. Komunikasi dapat mengalir satu arah dan berakhir disana. Atau sebuah pesan dapat menimbulkan respon secara formal dikenal dengan nama umpan balik dari penerima.
C.   Hambatan Komunikasi
Hambatan Komunikasi adalah faktor apapun yang mengganggu, membingungkan, atau mencampuri komunikasi. Hambatan dapat timbul dalam saluran komunikasi, atau metode pengiriman. Hambatan dapat terjadi internal atau eksternal. Hambatan dapat terjadi pada tahap mana pun dari proses komunikasi. Hambatan terutama amat menggangu dalam tahap penyandian dan pengartian.
D.   Definisi Komunikasi Interpersonal Efektif
Komunikasi interpersonal dikatakan efektif apabila memenuhi tiga persyaratan utama, yaitu :
-          Pengertian yang sama terhadap makna pesan indikator  komunikasi dikatakan efektif adalah makna pesan yang dikirim oleh komunikator sama dengan makna pesan yang diterima oleh komunikan.
-          Melaksanakan pesan sukarela
Indikator komunikasi interpersonal yang efektif adalah bahwa komunikasi menindaklanjuti pesan tersebut dengan perbuatan dan dilakukan secara sukarela, tidak karena dipaksa.
-          Meningkatkan kualitas hubungan antar-pribadi
Efektivitas dalam komunikasi interpersonal akan mendorong terjadinya hubungan yang positif terhadap rekan keluarga dan kolega.
E.   Komunikasi Interpersonal Efektif Mencakup :
-         Componential
Saluran formal adalah  saluran yang sudah ditetapkan oleh organisasi. Pesan-pesan mengarah ke dalam tiga arah, yaitu ke bawah,  atas, dan  samping. Pesan-pesan ke bawah terutama berisi informasi yang dibutuhkan bagi staf manapun untuk melaksanakan tugas mereka, seperti kebijakan-kebijakan dan prosedur, perintah dan permintaan yang diturunkan ke tingkat yang tepat dalam jenjang hirarki.
Saluran informal adalah saluran yang terbentuk dari kesamaan kepentingan diantara orang-orang dalam organisasi.
-          Situational
Situational adalah Adanya konteks fisik dan konteks sosial. Lingkungan fisik meliputi objek-objek fisik tertentu. Banyak aspek komunikasi dapat mempengaruhi komunikasi-kenyamanan atau ketidaknyamanan. Kemudian adanya konteks sosial menentukan hubungan sosial antara sumber dan penerima, perbedaan posisi memengaruhi proses komunikasi, dan sering lingkungan fisik menentukan konteks social.





Sumber :
-          Stoner, J. A. F, dkk. (1996). MANAJEMEN Alih bahasa: Drs. Alexander Sindoro. Jilid II. Jakarta: PT Prenhallindo
-          Badrudin, Dr., M.Ag. (2013). Dasar-dasar manajemen. Bandung : Alfabeta
-          Ludlow, R, & Ferguson. (2000). The essence of effective communication (komunikai efektif). Yogyakarta : ANDI Pearson Education Asia Pte. Ltd.

-          Mulyana, D & Jalaluddin R. (1990). Komunikasi antarbudaya. Bandung : PT Remaja Rosdakarya 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar