Senin, 20 Oktober 2014

Arsitektur Komputer & Struktur Kognitif Manusia


Pengertian Arsitektur Komputer
William Stalling mengatakan arsitektur komputer berkaitan dengan atribut-atribut yang mempunyai dampak langsung pada eksekusi logis sebuah program.        
Dalam bidang teknik komputer, arsitektur komputer adalah konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer. Arsitektur komputer ini merupakan rencana Blue-Print dan deskripsi fungsional dari kebutuhan bagian perangkat keras yang didesain (kecepatan proses dan sistem interkoneksinya).
Jadi dapat disimpulkan bahwa arsitektur komputer adalah suatu konsep dan struktur yang merupakan rencana dari blue-print dan deskripsi fungsional dengan atribut-atribut yang mempunyai dampak langsung dalam sebuah program

Sturktur Kognisi Manusia
Kognisi manusia ditinjau dari sudut pandang perkembangan, adalah hasil dari rangkaian tahap-tahap perkembangan yang dimulai sejak tahun-tahun awal permulaan pertumbuhan pada tahap awal. Persepsi, memori, bahasa dan proses berfikir dikendalikan oleh struktur genetik dasar yang  kita warisi dan perubahan yang kita alami sebagai tanggapan terhadap permintaan lingkungan yang muncul dalam berbagai interaksi fisik dan sosial.
Struktur kognisi manusia merupakan bagian atau komponen yang terstruktur dalam otak manusia yang memberi pengetahuan berdasarkan sistem, skema, adaptasi, asimilasi dan akomodasi yang membentuk suatu kematangan dan pengalaman otak dalam menjalankan kehidupan sosial bagi seorang manusia. Mempunyai struktur yang sangat kompleks.
Struktur kognisi manusia adalah suatu unsur yang saling berhubungan antara satu sama yang lain yang saling berakomodir atau saling melengkapi antara fungsi-fungsi, skema. Seperti bagian otak yang mengakomodir unsur atau organ bagian-bagian tubuh manusia yang menjadikan suatu sistem yang kompleks.
Jadi struktur kognisi manusia adalah suatu sistem yang sangat kompleks terstruktur didalam otak manusia yang saling melengkapi satu sama lainnya menurut fungsinya.
Dalam hal ini dapat dilihat bahwa arsitektur komputer dengan struktur kognisi manusia terdapat kesamaan yaitu sama-sama mempunyai suatu sistem yang terstruktur dan saling melengkapi menurut fungsinya.



Referensi :
Solso, R, L., Maclin, O, H., Maclin, M, K. (2007). Psikologi kognitif: edisi kedelapan. Jakarta: Erlangga

Senin, 06 Oktober 2014

Pengantar Sistem Informasi Psikologi


Setiap manusia pastinya memerlukan informasi baik itu langsung dari sumbernya atau dari media massa, karena dengan informasi kita dapat mengetahui apa yang tidak kita ketahui atau menambah pengetahuan kita dari sebelumnya. Dalam tugas ini saya akan menulis tentang pengertian Informasi dan pengertian sistem informasi psikologi, pertama saya akan menjabarkan beberapa pengertian informasi.

PENGERTIAN INFORMASI

A.    Pengertian Informasi
Informasi atau dalam bahasa inggrisnya ialah Information ini berasal dari kata informacion bahasa perancis, kata tersebut diambil dari bahasa latin yaitu "Informationem" yang artinya itu ialah "konsep, ide, garis besar".   Informasi adalah sesuatu data yang sudah diolah atau diproses sehingga menjadi suatu bentuk  yang memiliki arti bagi penerima informasi yang memiliki nilai yang bermanfaat.
Contohnya saat menerima informasi baru, misalnya, saat anda bertanya kepada sahabat anda mengenai apa saja kah hal yang paling disukainya, dan sahabat andapun menjawab hal yang paling disukainya adalah diberi makanan berupa coklat dan es krim. Dari jawaban sahabat anda tadi mengenai hal yang paling disukainya berupa “coklat” dan “es krim” adalah informasi baru bagi kamu. Sehingga dari jawaban sahabat anda, anda menjadi tahu bahwa hal yang paling disukainya adalah coklat dan es krim.
Pengertian lainnya datang dari beberapa ahli. Berikut ini pengertian informasi yang di kemukakan oleh para ahli :
1.      Raymond Mc.leod
Ia mengungkapkan bahwa informasi adalah "data yang sudah diolah menjadi bentuk yang memiliki arti bagi penerima dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau mendatang".
2.      Tata Sutabri, S.Kom
Ia menyatakan bahwa informasi adalah data yang telah diklasifikasikan atau diolah atau diinterpretasikan untuk digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
3.      Anton M. Meliono
Menurut Anton “Informasi adalah data yang sudah diproses untuk tujuan tertentu. Tujuan tersebut adalah untuk menghasilkan sebuah keputusan”
4.      Gordon B. Davis
Gordon menyatakkan “Informasi adalah data yang telah diproses menjadi suatu bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau mendatang”
5.      Lani Sidharta
Ia menyatakan “Informasi adalah data yang disajikan dalam bentuk yang bisa berguna untuk membuat keputusan”
6.      Jogiyanto HM.
Menurutnya “Informasi adalah sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian yang nyata yang digunakan untuk pengambilan keputusan”
7.      George H. Bodnar
Menurut George “Informasi adalah data yang diolah sehingga dapat dijadikan dasar untuk mengambil keputusan yang tepat”
8.      Husein dan Wibowo (2002)
Menurut Husein dan Wibowo “Informasi adalah data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang mempunyai arti dan bermanfaat bagi manusia”
9.      Sabarguna (2003)
Sabarguna mengatakan “Informasi adalah data yang telah diolah  dan dianalisa secara formal, dengan cara yang benar dan secara efektif, sehingga hasilnya bisa bermanfaat dalam operasional dana manajemen”
10.   Davis (2002)
Informasi menurut Davis “data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam mengambil keputusan saat ini atau di masa mendatang”

Informasi adalah data-data yang telah diolah sehingga dapat berguna bagi siapa saja yang membutuhkan. Informasi dapat direkam atau dikirim. Para ahli memiliki banyak arti lain tentang informasi. Informasi bisa dikatakan sebagai pengetahuan yang didapatkan dari belajar, pengalaman atau instruksi. Namun, istilah ini memiliki banyak arti tergantung pada konteksnya.
Dalam beberapa pengetahuan tentang peristiwa tertentu yang telah dikumpulkan atau dari berita dapat juga dikatakan sebagai informasi. Dalam ilmu komputer, informasi adalah data yang disimpan, diproses atau ditransmisikan. Para ahli meneliti konsep informasi sebagai pengetahuan yang didapatkan dari pembelajaran, pengalaman atau instruksi.
Pengertian atau Definisi Informasi lainnya adalah data yang telah diberi makna. Sebagai contoh, dokumen berbentuk spreadsheet (Ms.Excel) sering digunakan untuk membuat informasi dari data yang ada didalamnya. Laporan laba rugi dan neraca merupakan salah satu bentuk informasi, sedangkan angka yang terdapat didalamnya adalah data yang telah diproses sehingga menjadi berguna bagi siapa saja yang menggunakannnya.
Pengertian Informasi secara singkatnya adalah segala macam keterangan yang dapat diambil oleh seseorang dengan sumber yang jelas sehingga dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi si penerima informasi tersebut. Sedangkan menurut istilah, pengertian informasi adalah kumpulan data yang sudah melalui proses pengolahan sehingga dapat menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi seseorang yang kemudian digunakan untuk pengambilan suatu keputusan atau tindakan.
Dari pernyataan diatas mengenai pengertian atau definisi informasi diatas, dapat disimpulkan bahwa informasi adalah Suatu data atau objek yang diproses terlebih dahulu sedemikian rupa sehingga dapat tersusun dan terklasifikasi dengan baik, sehingga memiliki arti bagi penerimanya yang selanjutnya menjadi pengetahuan bagi penerima tentang suatu hal tertentu yang membantu pengambilan keputusan secara tepat

B.     Jenis-jenis informasi
·         Berdasar penyampaian:
1.      Informasi yang disediakan secara berkala
2.      Informasi yang disediakan secara tiba-tiba
3.      Informasi yang disediakan setiap saat
4.      Informasi yang dikecualikan
5.      Informasi yang diperoleh berdasarkan permintaan

·         Berdasar kegunaan:
1.      Informasi yang menambah pengetahuan, misalnya: peristiwa-peristiwa, pendidikan, kegiatan selebritis.
2.      Informasi yang mengajari pembaca (informasi edukatif), misalnya makalah yang berisi tentang cara berternak itik, artikel tentang cara membina persahabatan, dan lain-lain. 
3.      Informasi berdasarkan format penyajian, yaitu informasi yang dibedakan berdasarkan bentuk penyajian informasinya. Misalnya: informasi dalam bentuk tulisan (berita, artikel, esai, resensi, kolom, tajuk rencana, dll)

C.    Kriteria Informasi
·         Akurat
·         Relevan
·         Tepat waktu
·         Ekonomis
·         Efisien
·         Dapat dipercaya

D.    Ciri-ciri sebuah informasi
·         Terbaru,
·         Tepat waktu,
·         Relevan,
·         Konsisten.

Selain ciri-ciri diatas Informasi mempunyai ciri-ciri sebagai berikut (Sabarguna, 2003) :
·         Data yang telah diolah
·         Bentuknya lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerima
·         Menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata
·         Digunakan untuk mengambil keputusan

Sedangkan menurut Gordon B. Davis (2002), informasi, dalam lingkup sistem informasi, memiliki beberapa ciri:
·         Benar atau salah. Ini dapat berhubungan dengan realitas atau tidak. Bila penerima informasi yang salah mempercayainya, akibatnya sama seperti yang benar.
·         Baru. Informasi dapat sama sekali baru dan segar bagi penerimanya.
·         Tambahan. Informasi dapat memperbaharui atau memberikan tambahan baru pada informasi yang telah ada.
·         Korektif. Informasi dapat menjadi suatu koreksi atas informasi salah tau palsu sebelumya.
·         Penegas. Informasi dapat mempertegas informasi yang telah ada. Ini masih berguna karena meningkatkan persepsi penerimanya atas kebenaran informasi tersebut

E.     Fungsi Informasi
Informasi memiliki beberapa macam fungsi, diantaranya:
·         Meningkatkan pengetahuan atau kemampuan pengguna,
·         Mengurangi ketidakpastian dalam proses pengambilan keputusan,
·         Menggambarkan keadaan sesuatu hal atau peristiwa yang terjadi.


PENGERTIAN SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI

Sistem informasi psikologi adalah suatu sistem yang menyediakan informasi-informasi yang berkaitan dengan ilmu psikologi yang dapat dijadikan untuk meningkatkan penguna dalam pengambilan suatu keputusan terhadap penelitian, perencana, dan pengelolaan. Contoh dari sistem informasi psikologi yang berbasis komputer adalah situs theinkblot.com. Pada situs ini, terdapat penyajian tes Rorschach online. Psikologi sendiri berbicara tentang manusia. jika digabungkan, sistem informasi psikologi mencangkup : Hardware, Software, People, Procedurs , Data dan manusia. Hardware dan software sebagai mesin sedangkan prosedur dan manusia sebagai pelaku, Dan data berfungsi sebagai jembatan dari keduanya. Sistem informasi bisa dimanfaatkan oleh pelaku psikologi untuk membantu mereka saat penghitungan skor dalam beberapa tes psikologi.
Menurut Kusrini & Andri kaniyo (2007) sistem informasi adalah sebuah sistem yang terdiri atas rangkaian subsistem informasi terhadap pengolahan data untuk menghasilkan informasi berguna dalam pengambilan keputusan.
Menurut Irene Joos, dkk (2009) sistem informasi adalah suatu sistem yang memiliki tujuan sendiri untuk menghasilkan informasi dengan menggunakan sistem input/ proses/ output.
Menurut Chr. Jimmy L. Gaol (2008) sistem informasi psikologi bertujuan mendapatkan pemahaman bagaimana manusia pembuat keputusan merasa dan menggunakan informasi formal.
Menurut Gordon B. Davis sistem informasi adalah suatu sistem yang menerima masukan data dan intruksi, mengolah data tersebut sesuai dengan intruksi dan mengeluarkannya.
Menurut Tafri sistem informasi adalah data yang dikumpulkan, dikelompokkan dan diolah sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah satu kesatuan infromasi yang terkait dan saling mendukung sehingga menjadi suatu informasi yang berharga bagi yang menerimanya.
Berdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa sistem informasi psikologi adalah sebuah sistem yang terdiri dari rangkaian subsistem yang menghasilkan informasi dan bertujuan mendapatkan pemahaman bagaimana manusia pembuat keputusan merasa dan menggunakan informasi formal.


Referensi :
-          Davis, Gordon B. 2002. Kerangka Dasar Sistem Informai Manajemen Bagian I Pengantar (Cetakan kedua belas)
-          Gaol, C.J.L (2008). Sistem Informasi Manajemen. Jakarta: Grasindo. (Google Book)
-          Husein, M.F. dan Wibowo, A. 2002. Sistem Informasi Manajemen (Edisi Revisi). Jogjakarta: Unit Penerbit dan Percetakan AMP YKPN
-          Sabarguna, Boy S. 2003. Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit. Jogjakarta: KONSORSIUM Rumah Sakit Islam Jaten-DIY
-          Sarwono, W. S. (2010). Pengantar psikologi umum. Jakarta: Rajawali Pers

Minggu, 19 Januari 2014

Komunikasi Dalam Manajemen

A.   Definisi Komunikasi
Komunikasi didefinisikan sebagai proses yang dipergunakan oleh manusia untuk mencari kesamaan arti lewat transmisi pesan simbolik. Definisi kita mengenai komunikasi menarik perhatian pada tiga butir penting, yaitu :
1.      Bahwa komunikasi melibatkan orang dan bahwa memahami komunikasi termasuk mencoba memahami cara manusia saling berhubungan.
2.      Bahwa komunikasi termasuk kesamaan arti, yang berarti bahwa agar manusia dapat berkomunikasi, mereka harus menyetujui definisi istilah yang mereka gunakan.
3.      Bahwa komunikasi termasuk symbol gerakan badan, suara, huruf, angka, dan kata hanya dapat mewakili atau mendekati ide yang mereka maksudkan untuk dikomunikasikan.
B.   Proses Komunikasi
Pada umumnya kita sudah mengenal permainan “telepon” yang meminta satu orang membisikan pesan kepada telinga orang yang duduk disebelahnya, yang kemudian membisikan pesan tadi kepada orang berikutnya, dan seterusnya. “Telepon” menggambarkan banyak kompleksitas dalam proses komunikasi. Kita akan menyoroti tiga macam kompleksitas, yaitu :
1.      Penyandian (encoding), penterjemahan informasi menjadi serangkaian symbol untuk komunikasi.
2.      Gangguan dalam saluran komunikasi adalah segala sesuatu yang mengganggu, membingungkan, atau mencampuri komunikasi.
3.      Pengartian (decoding) adalah proses yang dilakukan oleh penerima untuk menginterpretasikan pesan dan penterjemahkan kedalam informasi yang mempunyai arti.
Komunikasi terjadi dalam hubungan antara pengirim dan penerima. Komunikasi dapat mengalir satu arah dan berakhir disana. Atau sebuah pesan dapat menimbulkan respon secara formal dikenal dengan nama umpan balik dari penerima.
C.   Hambatan Komunikasi
Hambatan Komunikasi adalah faktor apapun yang mengganggu, membingungkan, atau mencampuri komunikasi. Hambatan dapat timbul dalam saluran komunikasi, atau metode pengiriman. Hambatan dapat terjadi internal atau eksternal. Hambatan dapat terjadi pada tahap mana pun dari proses komunikasi. Hambatan terutama amat menggangu dalam tahap penyandian dan pengartian.
D.   Definisi Komunikasi Interpersonal Efektif
Komunikasi interpersonal dikatakan efektif apabila memenuhi tiga persyaratan utama, yaitu :
-          Pengertian yang sama terhadap makna pesan indikator  komunikasi dikatakan efektif adalah makna pesan yang dikirim oleh komunikator sama dengan makna pesan yang diterima oleh komunikan.
-          Melaksanakan pesan sukarela
Indikator komunikasi interpersonal yang efektif adalah bahwa komunikasi menindaklanjuti pesan tersebut dengan perbuatan dan dilakukan secara sukarela, tidak karena dipaksa.
-          Meningkatkan kualitas hubungan antar-pribadi
Efektivitas dalam komunikasi interpersonal akan mendorong terjadinya hubungan yang positif terhadap rekan keluarga dan kolega.
E.   Komunikasi Interpersonal Efektif Mencakup :
-         Componential
Saluran formal adalah  saluran yang sudah ditetapkan oleh organisasi. Pesan-pesan mengarah ke dalam tiga arah, yaitu ke bawah,  atas, dan  samping. Pesan-pesan ke bawah terutama berisi informasi yang dibutuhkan bagi staf manapun untuk melaksanakan tugas mereka, seperti kebijakan-kebijakan dan prosedur, perintah dan permintaan yang diturunkan ke tingkat yang tepat dalam jenjang hirarki.
Saluran informal adalah saluran yang terbentuk dari kesamaan kepentingan diantara orang-orang dalam organisasi.
-          Situational
Situational adalah Adanya konteks fisik dan konteks sosial. Lingkungan fisik meliputi objek-objek fisik tertentu. Banyak aspek komunikasi dapat mempengaruhi komunikasi-kenyamanan atau ketidaknyamanan. Kemudian adanya konteks sosial menentukan hubungan sosial antara sumber dan penerima, perbedaan posisi memengaruhi proses komunikasi, dan sering lingkungan fisik menentukan konteks social.





Sumber :
-          Stoner, J. A. F, dkk. (1996). MANAJEMEN Alih bahasa: Drs. Alexander Sindoro. Jilid II. Jakarta: PT Prenhallindo
-          Badrudin, Dr., M.Ag. (2013). Dasar-dasar manajemen. Bandung : Alfabeta
-          Ludlow, R, & Ferguson. (2000). The essence of effective communication (komunikai efektif). Yogyakarta : ANDI Pearson Education Asia Pte. Ltd.

-          Mulyana, D & Jalaluddin R. (1990). Komunikasi antarbudaya. Bandung : PT Remaja Rosdakarya